|
|
Lalu bagaimana kita dapat
mengubah dialog batin yang negative menjadi positif? Dengan memusatkan
perhatian pada kebaikan-kebaikan dan keberuntungan-keberuntungan yng
mungkindihasilkan oleh apa yang mau kita lakukan! Kebaikan dan keberuntungan
itu harus mencakup bukan hanya kebaikan dan keberuntungan dari tindakan itu
sendiri (seperti lebih baiknya pemanfaatan sumber daya pemikiran atau tanggapan dan kritik yang
lebih sigap), tetapi juga bagaimana perasaan yang akan tumbuh pada diri kita.
Isilah format seperti pada kolom di bawah ini:
|
Tindakan
|
ketakutan
|
kemungkinan
|
pencegahan
|
penanganan
|
|
|
|
|
|
|
Pada kolom pertama, uraikan
secara singkat tindakan yang ingin kita lakukan. Pada kolom kedua, tulislah
segala hal yang kita takutkan akan terjadi jika kita melakukan tindakan yang
kita rencanakan itu. (tulislah kemungkinan buruk yang kita takutkan). Pada
kolom ketiga, masukkan penilaian subjektif kita tentang kemungkinan terjadinya
setiap ketakukan itu,tulis dalam presentase. Misalnya, jika kita berpikir bahwa
kemungkinan kita akan mendapat keburukan kira-kira keburukan satu dalam
sepuluh, tulislah 10%.
Sekarang perhatikanlah
daftar yang telahkita buat. Berapa banyak dari ketakutan-ketakutan itu yang
sungguh-sungguh mungkin menjadi masalah
dalam kenyataannya? Kiranya jauh lebih sedikit dari pada yang yang
dikatakan oleh dialog batin kita.
Marilah kita hadapi ketakutan-ketakutan yang nyata itu. Bagaimana kita dapat
mencegahnya agar tidak terjadi? Gunakanlah kolom ke-empat untuk merencanakan
tindakan preventif untuk mencegah ketakutan-ketakutan kita yang paling buruk dan paling menghantui.
Dengan menimbang-nimbang seperti ini, kebanyakan masalah yng akan kita temukan
ternyata dapat dicegah. Tetapi,seandainya hal yang paling buruk tetap terjadi,
bagaimana kita akan menghadapinya? Gunakanlah kolom yang terakhir untuk
merencanakan tanggapan kita. Dapatkah kita mengurangi dampak buruknya? Hamper
pasti! Mungkinkah kita lebih jauh lagi mengubahnya menjadi keberuntungan? Amat
mungkin!
Sekarang kita lihat
hasil-hasil yang positif. Apakah manfaat-manfaat itu masih berharga? Nah, apa
lagi yang kita tunggu? Kita telah merencanakan untuk menghindari malapetakadan,
bahkan jika hal yang paling buruk sungguh terjadi, kita telah siap dan akan
menanganinya. Sekurang-kurangnya, kita akan berusaha. Dan pada akhirnya,
ingatlah bahwa jika kita mau menanggapi kritik, kita perlu memberikan contoh
dengan ”menghayati apa yang kita katakana,” dan itu berarti mulailah sekarang!
Oleh sebab itu, pada kertas terpisah buatlah daftarhal “Yang akan kita lakukan
esok hari”. Langkah-langkah apa yang dapat kita ambil (besok pagi!) untuk
mencapai tujuan-tujuan kita? Ingatlah, satu-satunya orang yang memasang rem paa
kebebasan kita untuk bertindak adalah diri kita sendiri. Singkirkan rem itu!.
Buatlah daftar (dengan menyebutkan prioritas-prioritasnya) dan bertekadlah
untuk segra mengambil langkah pertama demi pemberayaan diri kita esok hari.
|
Yang akan kita lakukan
esok hari
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
Jika kita rasa perlu
memberitahu orang apa yang sedang kita
rencanakan atau kerjakan (dalam hal0hal tertentu memang perlu), kirimlah memo
kepada setiap yang akan kita beri tahu. Beri tahu mereka tentang apa yang akan
kita lakukan. Pemberitahuan itu tidakperlu berupa uraian yang panjang lebar tentang
apa yang telah kita putuskan, cukup uraian pendek tentangnya. Simpanlah salinan
memo itu.pada suatu saat mungkin kita perlukan untuk menunjukkan bahwa kita
tlah memberitahu ornag lain tentang apa yang kita lakukan. Namun, hati-hatilah
juga agar tidak menyampaikan memo secara sembarngan. Jangan mengirim kepada
orang jika hanya mengakibatkan bingung, jangan-jangan ia malah akanberusaha
menghalangi kita melakukanapa yang sudah kita rencanakan (tentu saja sejauh
kita yakin bahwa apa yang kita lakukan memang baik dan sejalan dengan tujuan
kita). Jika kita mensinyalir bahwa seseorang mungkin akan menentang, perlu mengambil langkah pendekatan yang
sesuai untuk meyakinkan agar member dukungan atau izin yang kita butuhkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar